13 April 2019

Jambu Mete

SHARE

Jambu monyet ini tidak termasuk dalam kelompok jambu, pohonnya rendah. Yang dinamakan buah sesungguhnya adalah tangkai buah yang membesar dan berdaging. Bentuknya cukup besar, rasanya asam dan tajam menyebabkan rasa gatal pada tenggorokan. Yang dinamakan biji adalah sesungguhnya buahnya, yang letaknya diluar buah, isi dari biji inilah yang mempunyai arti ekonomi. Dan ia banyak mengandung lemak dan zat putih telur, rasanya gurih.

Di India merupakan bahan ekspor. Di Eropa, setelah biji digoreng merupakan pengganti buah amandel.

Baca Juga : Informasi Jakapung

Jambu monyet dapat ditanam di dataran sampai 1000 meter diatas permukaan air laut. Jambu monyet menghendaki iklim kering, sebab tanpa adanya musim kering ia tidak dapat tumbuh baik. Sembarang tanah dapat dipergunakan bahkan pada tanah pasirpun masih dapat tumbuh. Sekarang banyak ditanam di daerah Wonosari Selatan (Yogyakarta). Selain untuk penghijauan, bijinya dapat dimanfaatkan.

Jambu monyet dapat diperbanyak dengan cangkokan, stek, biji dan okulasi di atas jenis sendiri. Kulit biji mengandung getah yang sangat ganas dan dapat merusak kulit. Untuk memperoleh isi biji, maka biji harus dikuliti (dikupas) lebih dahulu. Mengingat getah yang berada di dalam kulit, maka pengulitan harus dilakuakn dengan hati-hati.

Salah satu cara yang lazim dipergunakan ialah : biji-biji tersebut dijemur dahulu selama 2 – 3 hari. Kemudian isinya dijemur selama 2 – 5 hari. Isi biji yang dijemur baik dan disimpan kering dapat tahan sampai 1 tahun. Catatan, biji jambu monyet selain dapat dimakan, juga dapat diambil minyaknya.


Sumber : Majalah Krida. Edisi 180
SHARE

Admin :

Media Pilihan Larangan adalah media yang kami bangun sebagai tempat berbagai informasi tentang berbagai hal yang menarik di sekitar kita.

0 Comments: